Mengukir Jejak Pengabdian: Yayasan Sasmita Jaya UNPAM Gelar Apresiasi Khidmat untuk Dosen Purna Bakti
Published on: 2 Okt 2026

BERITA

Mengukir Jejak Pengabdian: Yayasan Sasmita Jaya UNPAM Gelar Apresiasi Khidmat untuk Dosen Purna Bakti
Program Pascasarjana UNPAM – Universitas Pamulang (UNPAM) melalui Yayasan Sasmita Jaya kembali menunjukkan komitmennya dalam menghargai dedikasi para pendidik. Pada Jumat, 2 Oktober 2026, bertempat di lingkungan kampus Universitas Pamulang Kampus 2 Viktor, digelar acara apresiasi bagi dosen yang telah memasuki masa purna bakti sebagai bentuk penghormatan atas perjalanan pengabdian dalam dunia pendidikan.
Acara tersebut dipimpin langsung oleh Ketua Yayasan Sasmita Jaya, Dr. Pranoto, bersama Sekretaris Yayasan, Dr. Safitri Rahayu, MARS. Kehadiran Rektor, para Ketua Program Studi (Kaprodi), jajaran Direktur Pascasarjana, serta sivitas akademika turut menegaskan bahwa penghormatan terhadap para pendahulu merupakan bagian penting dari budaya akademik di lingkungan Universitas Pamulang.
Sosok dosen purna bakti yang menjadi bagian utama dalam kegiatan ini, Dr.Taswanda Taryo, M.Sc , Dr Yayan Sudaryana, S.E., M.M. , Dr. Rizal Sofyan Guenci, S.H., M.IC., Dr. Mukhlis Catio, M.Ed., merupakan salah satu figur yang telah memberikan kontribusi dalam perjalanan pendidikan di UNPAM. Dedikasi, kedisiplinan, serta komitmen dalam menjalankan tugas pendidikan menjadi bagian dari jejak pengabdian yang patut dikenang dan menjadi inspirasi bagi generasi dosen berikutnya.
Pengabdian seorang pendidik tidak berhenti ketika masa tugas formal berakhir. Ilmu, keteladanan, dan nilai-nilai yang telah diberikan kepada mahasiswa akan terus menjadi bagian dari perjalanan akademik dan kehidupan para generasi penerus.
Apresiasi tersebut dilatarbelakangi oleh pandangan bahwa perkembangan UNPAM tidak terlepas dari kontribusi para pendidik yang telah memberikan waktu, tenaga, pemikiran, dan perhatian dalam membangun institusi. Penghormatan kepada dosen purna bakti menjadi bagian dari upaya institusi untuk menjaga memori kolektif dan menghargai perjalanan sejarah pendidikan yang telah dibangun bersama.

Sepanjang perjalanan pengabdian, para dosen menghadapi berbagai perubahan dan tantangan dalam dunia pendidikan tinggi. Mulai dari perkembangan kebijakan akademik, perubahan kebutuhan mahasiswa, peningkatan tuntutan kualitas pembelajaran, hingga transformasi digital yang mengubah pola interaksi antara dosen dan mahasiswa. Di tengah berbagai perubahan tersebut, dedikasi dan etika akademik menjadi nilai yang terus dijaga.
Pengalaman membimbing mahasiswa dari berbagai latar belakang juga menjadi bagian penting dalam perjalanan pengabdian. Seorang dosen tidak hanya memiliki tanggung jawab dalam menyampaikan materi pembelajaran, tetapi juga berperan dalam memberikan arahan, membangun karakter akademik, serta mendorong mahasiswa untuk berkembang sesuai dengan potensi yang dimiliki.
Nilai keteladanan yang dapat dipetik dari perjalanan seorang dosen purna bakti adalah bahwa pendidikan merupakan bentuk pengabdian yang memiliki dampak jangka panjang. Pengetahuan yang diberikan di ruang kelas dapat terus berkembang menjadi pengalaman, kompetensi, dan kontribusi mahasiswa ketika mereka memasuki dunia profesional maupun kehidupan bermasyarakat.
Dalam kesempatan tersebut, Ketua Yayasan Sasmita Jaya, Dr. Pranoto, menyampaikan pesan mengenai pentingnya menjaga kesinambungan perjuangan dalam membangun UNPAM. Menurutnya, para dosen yang telah menyelesaikan masa tugas formal merupakan bagian penting dari perjalanan institusi karena telah turut memberikan kontribusi dalam mendidik dan membentuk generasi mahasiswa.
“Bapak/Ibu sekalian adalah pelita yang pernah menerangi jalan ribuan mahasiswa. Cahaya ilmu yang Bapak/Ibu berikan akan terus bersinar meski masa tugas formal telah usai,” ujar Dr. Pranoto dalam sambutannya.
Senada dengan hal tersebut, Dr. Safitri Rahayu, MARS, menyampaikan bahwa masa purna bakti bukan berarti berakhirnya hubungan seorang pendidik dengan institusi. Pengalaman dan doa restu para dosen purna bakti tetap menjadi bagian yang bernilai bagi keberlanjutan perjalanan Universitas Pamulang.
“Purna bakti bukanlah akhir dari pengabdian, melainkan transisi menuju peran baru sebagai penasihat dan bagian dari keluarga besar institusi. Doa restu Bapak/Ibu adalah fondasi yang berharga bagi kemajuan UNPAM di masa depan,” ungkap Dr. Safitri Rahayu, MARS.
Bagi Direktur Pascasarjana dan para dosen aktif, Kaprodi, serta jajaran Program Pascasarjana yang hadir, kegiatan tersebut menjadi momentum untuk merefleksikan arti pengabdian dalam dunia pendidikan. Sementara bagi mahasiswa, penghormatan kepada dosen purna bakti menjadi pembelajaran mengenai pentingnya menghargai guru dan pendidik yang telah memberikan kontribusi terhadap perjalanan akademik.

Acara kemudian ditutup dengan sesi foto bersama dan penyerahan cendera mata sebagai simbol penghargaan atas perjalanan pengabdian yang telah diberikan. Cendera mata tersebut menjadi pengingat bahwa setiap kontribusi dalam membangun pendidikan memiliki nilai yang terus hidup dalam sejarah institusi.





